SAMBUTAN PADA UPACARA ADAT ‘TULUDE’ WARGA MASYARAKAT NUSA UTARA DI MANADO - JAYASAKTI NEWS

JAYASAKTI NEWS

JAYASAKTI NEWS | Berimbang, Terpecaya, Aktual |

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, August 28, 2012

SAMBUTAN PADA UPACARA ADAT ‘TULUDE’ WARGA MASYARAKAT NUSA UTARA DI MANADO

SAMBUTAN
PADA UPACARA ADAT ‘TULUDE’
WARGA MASYARAKAT NUSA UTARA
DI MANADO

HARI/TGL : SABTU, 4 FEBRUARI 2012
PUKUL : 14.30 WITA
TEMPAT : ASGAB SAPTA MARGA VII TELING MANADO

Syaloom;
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh;
Salam Sejahtera bagi kita semua;
Om Swastiastu;

Yang terhormat Wakil Gubernur Sulawesi Utara Bapak DR. Djohari Kansil, M.Pd.
Yang saya hormati Walikota Manado Bapak DR. GSV Lumentut, DEA;
Yang saya hormati keluarga besar masyarakat Nusa Utara di Manado;
Bapak-bapak, Ibu-Ibu dan hadirin sekalian yang berbahagia;

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga pada hari ini kita masih diberi kekuatan lahir dan bathin untuk menghadiri pagelaran budaya upacara adat ‘Tulude’ bersama Keluarga Besar Masyarakat Nusa Utara di Manado.

Berkenaan dengan Pagelaran budaya upacara adat ‘Tulude’ ini, selaku Komandan Korem 131/Santiago dan pribadi, saya mengucapkan Selamat merayakan Upacara Adat ‘Tulude’, disertai harapan semoga cinta kasih, damai sejahtera, dan kebahagiaan yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Maha Besar senantiasa membawa nikmat yang melimpah dalam hidup dan kehidupan kita semua.

Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya, dapat menghadiri pagelaran upacara adat ‘Tulude’ yang diadakan oleh warga masyarakat Nusa Utara di Manado dalam suasana yang diliputi nuansa silaturrahmi.

Suatu kelompok masyarakat tidak seharusnya tercerabut dari akar budaya nenek moyangnya, sebagaimana kata-kata bijak “kacang yang lupa kulitnya”. Apalah artinya hidup di dunia modern jika roh kearifan budaya leluhur tidak bersemayam dan mewujud dalam setiap gerak dan langkah kehidupan masyarakat Sangihe, Talaud, dan Sitaro atau yang biasa disebut sebagai Nusa Utara.

Bagi saya pribadi, kegiatan seperti ini merupakan sarana yang efektif untuk meme-lihara dan meningkatkan kebersamaan guna membangun komunikasi dialogis di antara kita semua.

Oleh karena itu, melalui kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak panitia dan tokoh masyarakat Nusa Utara di Teling ini atas undangannya dalam rangkaian kegiatan acara ‘Tulude’ ini.

Perayaan upacara adat Tulude, saat ini bukanlah monopoli warga Nusa Utara yang ada di Sangihe, Talaud, Sitaro, Bitung, atau Manado saja, tetapi juga dirayakan oleh warga Nusa Utara di Bolmong, kota Palu di Sulawesi Tengah, dan bahkan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri jika nantinya khasanah budaya daerah Tulude dapat berkembang dan menyumbang khasanah budaya nasional.

Hadirin sekalian yang berbahagia ;

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa tanggal 31 Januari menurut adat masyarakat Nusa Utara diyakini sebagai waktu yang tepat untuk pelaksanaan pagelaran budaya upacara adat ‘Tulude’.

Gelaran budaya adat ‘Tulude’ yang setiap tahun dirayakan oleh masyarakat Nusa Utara, baik yang di kampung halamannya maupun yang di perantauan, bukanlah semata-mata acara adat tradisional, apalagi pesta pora. Namun bermakna mendalam yang religius, yakni sebagai ungkapan rasa syukur atas segala berkat dan perlindungan di tahun yang telah lalu dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar tetap diberikan limpahan rezeki, kesehatan dan perlindungan di tahun yang akan datang.

Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat Nusa Utara, khususnya yang ada di Manado dan di seluruh daerah Sulawesi Utara pada umumnya, agar menjadikan momen perayaan ‘Tulude’ ini sebagai wahana untuk mengintrospeksi diri atas segala yang telah kita perbuat di tahun 2011 untuk selanjutnya kita pilah-pilah, yang buruk kita tinggalkan, dan yang baik harus kita lanjutkan.

Jangan pernah bosan untuk saling mengingatkan, karena manusia itu sudah menjadi kodratnya untuk lupa. Jadikan ‘Tulude’ sebagai ajang untuk membina toleransi di tengah-tengah masyarakat yang majemuk, baik di kota Manado, daerah Sulawesi Utara, serta di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa masyarakat yang majemuk relatif rentan terhadap berbagai gejolak permasalahan sosial. Peristiwa Ambon, Poso, dan baru-baru ini di Mesuji Provinsi Lampung adalah contoh aktual yang tidak perlu terjadi di sini.

Untuk wilayah Sulawesi Utara pada umumnya dan Kota Manado pada khususnya saya meyakini bahwa kondisi tersebut dapat diatasi karena saya melihat karakter masyarakat di daerah ini benar-benar dewasa dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi. Hal ini terbukti dengan situasi dan kondisi di wilayah ini yang cukup kondusif.

Situasi dan kondisi yang aman dan kondusif tersebut hendaknya dipertahankan, dan hendaknya pula disadari bahwa hal ini tumbuh bukan karena kehebatan para aparat atau kehebatan dari salah satu kelompok masyarakat saja, akan tetapi kondisi ini tumbuh justru karena kehebatan dari seluruh lapisan masyarakat yang tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas asal usulnya serta menghindari tindakan dan kegiatan yang justru mengganggu keamanan wilayah ini.

Disamping itu juga, kondisi ini bisa tumbuh karena masyarakat bersepakat untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan anarkis yang dapat merusak daerahnya sendiri.

Mari kita bersama-sama menjaga kondisi kondusif yang telah terpelihara selama ini sesuai dengan harapan masyarakat dan pemerintah Kota Manado.

Hadirin sekalian yang saya hormati;

Sebelum mengakhiri sambutan ini, sekali lagi saya mengucapkan Selamat Merayakan Upacara Adat ‘Tulude’, semoga di Tahun 2012 ini, kita semua hidup jauh dari malapetaka, terlindung dan diberkati oleh Yang Maha Kuasa serta bersemangat dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Waba-rakatuh; Syaloom; Om Santi Santi Santi Om;


No comments:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages