LATIHAN DASAR BELA NEGARA TARUNA - JAYASAKTI NEWS

JAYASAKTI NEWS

JAYASAKTI NEWS | Berimbang, Terpecaya, Aktual |

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Saturday, August 6, 2011

LATIHAN DASAR BELA NEGARA TARUNA

KOPSTOK
MATERI CERAMAH
PADA LATIHAN DASAR BELA NEGARA TARUNA
AKADEMI MARITIM VETERAN REPUBLIK INDONESIA
(AMI) MAKASSAR


HARI/TGL. : KAMIS, TANGGAL 13 OKTOBER 2011
PUKUL : WITA
TEMPAT : MAKO YONIF 700/RAIDER



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabara-katuh. Salam sejahtera bagi kita semua ;
Segenap undangan dan hadirin yang saya hormati ;
Para peserta Latsar Bela Negara saya cintai dan saya banggakan ;

Selaku umat yang beriman dan bertaqwa, marilah dengan tiada henti-hentinya kita memanjat-kan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Besar, karena atas limpahan rahmat dan ridho-Nya kita berada dalam keadaan sehat wal'afiat, dan dapat mengikuti rangkaian kegiatan Latihan dasar Bela Negara Taruna Akademi Maritim Veteran Republik Indonesia (AMI Veteran) Makassar.

Secara pribadi dan atas nama Panglima Kodam VII/Wirabuana, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada panitia, atas kehormatan yang diberikan untuk menjadi salah satu pemateri pada kegiatan ini.

Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan materi ceramah tentang Implementasi bela negara bagi para Pemuda”.

Materi tersebut sangat tepat diberikan pada forum ini mengingat para Taruna AMI Veteran adalah bagian dari pemuda selaku penerus bangsa yang kelak akan menentukan negara dan bangsa Indonesia selanjutnya.

Para peserta Latsar Bela Negara saya cintai dan saya banggakan ;

Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda yang memiliki terminologi beragam. Untuk menyebut pemuda, digunakan istilah young human resources sebagai salah satu sumber pembangunan. Mereka adalah generasi yang ditempatkan sebagai subjek pemberdayaan yang memiliki kualifikasi efektif dengan kemampuan dan keterampilan, yang didukung penguasaan Iptek untuk dapat maju dan berdiri dalam keterlibatannya secara aktif bersama kekuatan efektif lainnya guna penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi bangsa.

Meskipun tidak pula dipungkiri bahwa pemuda dan mahasiswa sebagai objek pemberdayaan, yaitu mereka yang masih memerlukan bantuan, dukungan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan efektif ke tingkat yang optimal untuk dapat bersikap mandiri dan melibatkan secara fungsional.

Perlu dipahami oleh para peserta, bahwa bela negara tidaklah berarti suatu kegiatan memanggul senjata atau yang berbau militerisme belaka, melainkan segala aspek kehidupan yang terkait dengan terjaganya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kemerdekaan NKRI adalah suatu hal yang dicita-citakan dan dihasilkan melalui perjuangan panjang segenap rakyat Indonesia. Berbagai cara diplomasi, peperangan melawan penjajah dilakukan dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Semangat para pejuang dalam merebut kemerdekaan adalah hal yang sangat luar biasa. Mereka tidak takut mati, rela berkorban bukan untuk kepentingan dirinya semata, melainkan untuk bangsa dan tanah air tercinta.

Generasi muda saat ini tentunya hanya mengenal atau mengetahui bahwa kemerdekaan NKRI adalah hasil perjuangan para pahlawan kemerdekaan, melalui pelajaran sejarah yang diperoleh di sekolah formal.

Umumnya pelajaran sejarah disampaikan dengan cara yang kurang menarik, karena penjiwaan tentang peristiwa-peristiwa bersejarah tidak tampil dengan cukup sempurna. Pada akhirnya, sebagaimana mata pelajaran lainnya, lebih banyak yang menganggap bahwa pelajaran sejarah adalah sebuah hafalan saja. Cerita-cerita kepahlawanan dan riwayat perjuangan para pahlawan kemerdekaan, tidak cukup banyak dibahas dalam keseharian kehidupan mereka, jarang yang mendiskusikannya dalam forum-forum non formal dan lagu-lagu perjuangan, bisa jadi hanya dikenal oleh sebagian kecil saja pemuda Indonesia.

Di tengah situasi pendidikan dan kondisi kehidupan sehari-hari yang ada saat ini, kita mendapat tantangan yang sangat besar untuk menumbuhkan kesadaran bela negara, tidak hanya bagi para pemuda namun juga anggota masyarakat dewasa, baik yang mempunyai kedudukan sebagai wakil rakyat, pejabat, maupun rakyat jelata.

Kreativitas dalam menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya bela negara sangatlah diperlukan, sehingga tidak tampak sebagai doktrin, perintah atau keharusan saja, namun lebih kepada kesadaran yang tumbuh karena kecintaan terhadap kedaulatan bangsa dan negaranya, serta mempertahankan harga diri sebagai warganegara NKRI.

Implementasi dari bela negara itu sendiri akan tercermin pada tekad, sikap dan perilaku yang dijiwai cinta NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang rela berkorban demi kelangsungan hidup bangsa dan negara. Hal tersebut, bisa dibangun mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat sekitar, selanjutnya pada lingkup yang lebih besar yaitu lingkup bangsa dalam berbagai peran

Para peserta yang saya cintai dan saya banggakan ;

Tantangan bangsa yang saat ini selalu diwarnai oleh perkembangan informasi yang masuk dengan sangat mudah dan tanpa penyaringan, sebagai hasil perkembangan teknologi informasi dan elektronika, telah menyebabkan perubahan besar-besaran pada tatanan dan pola hidup bangsa ini.

Etika pergaulan yang diadopsi dari luar Indonesia, seringkali sudah tidak sesuai lagi dengan etika pergaulan bangsa kita. Pola hidup yang konsumtif, bersaing untuk mendapatkan berbagai macam alat elektronik, kendaraan, barang-barang mewah lainnya, telah membuat persaingan yang tidak sehat tumbuh di masyarakat kita.

Seringkali cara-cara yang tidak wajar atau semestinya ditempuh demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kepribadian anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang tak sehat ini.

Jika kita telaah hal-hal seperti tersebut di atas, maka tampak dengan jelas bahwa ancaman terhadap bela negara tidak hanya datang dari luar negeri, bahkan justru ancaman dari dalam negeri lebih dominan serta harus lebih diwaspadai. Berbagai macam konflik sangat mudah terjadi, meski seringkali pemicunya tampaknya hanya soal yang sangat sepele saja. Perkelahian dan tawuran antar pelajar dan juga antar mahasiswa seringkali terjadi, tidak hanya di kota-kota besar.

Keberagaman suku, etnis, budaya, bahasa dan agama yang kita miliki serta luasnya wilayah kepulauan dan laut, dengan variasi sumber daya alam yang sangat beragam, merupakan kekayaan negara kita yang patut kita syukuri. Tanpa kita sadari, jika kita tidak dapat mengelolanya dengan baik, maka hal tersebut mengandung potensi konflik yang sangat rawan dan dapat menjadi sumber disintegrasi bangsa.

Berbagai konflik yang bernuansa SARA, upaya-upaya pemisahan diri yang disebabkan perasaan ketidakadilan perlakuan terhadap daerah mereka, yang telah memberikan demikian banyak kekayaan alam mereka kepada bangsa ini, ketimpangan sosial sebagai akibat kebijakan ekonomi dan pelaksanaan HAM, telah menjadi pemicu kerawanan sosial.

Permasalahan lainnya yang belakangan ini kita rasakan adalah adanya upaya penggantian ideologi Pancasila dengan ideologi lain yang ekstrim. Tentunya hal ini juga menuntut kita lebih waspada, jangan sampai terjadi korban di kalangan kaum muda dan masyarakat yang lemah, yang tidak tahan terhadap bujukan yang seringkali tak tampak dengan jelas.

Di samping permasalahan tersebut, kita ketahui bahwa wilayah NKRI yang terdiri atas kepulauan, khususnya bagi pulau-pulau terluar, tentunya rawan terhadap penguasaan oleh bangsa lain. Hal ini telah terjadi pada kasus Sipadan dan Ligitan, yang diakui sebagai bagian dari wilayah negara jiran, Malaysia. Apakah kita akan tinggal diam membiarkan pulau-pulau tak terurus dengan baik, kemudian diambil oleh negara lain.

Luasnya wilayah Indonesia dan kekayaan alamnya, membuat orang luar tergiur untuk melaku-kan penjarahan sumber daya alam (indigeneous natural resources) kita. Mereka melakukan penjarahan tanpa kita sadari, pada akhirnya kita menjadi pihak yang dirugikan. Di bidang pertambangan, eksploitasi pertambangan kita secara tak terkendali oleh para kontraktor asing yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, menyebab-kan kerusakan lingkungan dan mungkin juga mengundang kemarahan masyarakat sekitarnya yang merasa tidak mendapatkan peningkatan kesejah-teraan.

Negara kita juga telah dijadikan lalu-lintas perdagangan NARKOBA. Tanpa kita sadari hukum yang diberlakukan terhadap para pengedar Narkoba di tanah air ini masih terlalu ringan, sehingga mereka merasa lebih aman menjadi pengedar di Indonesia. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat kita, khususnya mereka yang tergiur untuk mendapatkan keuntungan dengan cara cepat, demikian pula bagi mereka yang rawan untuk diajak menjadi konsumen narkoba.

Berdasarkan kajian singkat tersebut, tampak gejala-gejala seperti pudarnya semangat nasio-nalisme dan kecintaan terhadap tanah air, perlunya tokoh panutan agar jelas siapa dan sosok yang bagaimana yang patut ditiru, perbedaan pendapat antar golongan dan pemerintah dalam iklim demokrasi, lunturnya kebersamaan yang menimbul-kan terjadinya konflik yang bernuansa ‘SARA’, anarkisme dan separatisme, pudarnya kesadaran dan semangat bela negara dan Integritas bangsa masih harus ditegakkan.

Para peserta yang saya cintai dan saya banggakan ;

Kesadaran bela negara pada diri seorang warga negara adalah suatu hal yang terkait dengan kesadaran dan pengertian tentang perlunya peran dari pribadi yang bersangkutan dalam mem-pertahankan kedaulatan negara. Permasalahan muncul ketika warganegara tersebut tidak menyadari bahwa dirinya sangat diperlukan dalam mem-pertahankan kedaulatan negara.

Pemahaman terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, serta UUD 45 sebagai landasan hukum hendaknya disertai dengan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan dari para guru maupun orang tua.

Kesadaran bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara terus menerus berlangsung, di sisi lain tidak ada perintah langsung untuk melakukan tindakan persiapan maupun secara aktif melaksa-nakan bela negara, telah menyebabkan masyarakat kita, khususnya kaum muda, terlena dalam berbagai kemudahan dan fasilitas yang setiap hari mereka temui.

Dalam pembicaraan sehari-hari, baik melalui percakapan, diskusi di internet, tak tampak wacana bela negara merupakan suatu hal yang penting dan menarik untuk didiskusikan, dipersoalkan dan dipertanyakan. Seolah hal ini merupakan tanggung jawab para anggota TNI dan kepolisian belaka dan paling jauh, tanggung jawab para sesepuh yang pernah terlibat dalam kemerdekaan, baik langsung maupun tak langsung.

Era reformasi di Indonesia telah menyebabkan masyarakat merasa bebas berbuat, bebas berbicara, banyak menuntut haknya tapi lupa akan kewajibannya. Inlah salah satu dampak buruknya.

Berbagai peristiwa yang telah terjadi belakangan ini telah membuktikan bahwa kesadaran bela negara masyarakat kita, termasuk para pemudanya sangatlah memprihatinkan. Kita tidak boleh terus terlena, seolah permasalahan yang kita hadapi hanyalah persoalan yang harus dipecahkan oleh penyelenggara negara semata. Kita harus cepat menyadari bahwa kesadaran bela negara sudah harus disiapkan sejak dini.

Menyadari bahwa untuk mengimplentasikan bela negara khususnya bagi para pemuda bukanlah hal yang mudah. Namun demikian secara mendasar kita perlu melakukan upaya membangun integritas bangsa Indonesia, khususnya para pemuda harapan bangsa yang sesungguhnya memiliki potensi besar bagi kemajuan pembangunan nasional.

Ada beberapa potensi yang melekat pada diri para mahasiswa/generasi muda Indonesia yaitu :

Pertama : dilihat dari aspek pembangunan nasional, keberadaan generasi muda termasuk mahasiswa sangat penting dan menentukan. Karena generasi muda merupakan kelompok terbesar dari penduduk Indonesia sesuai struktur umur masyarakat Indonesia.

Kedua : dilihat dari segi kebutuhan, maka pemuda adalah sumber daya manusia yang paling potensial dimasa depan. Dalam memasuki tahapan pembangunan dewasa ini, terdapat kecen-derungan tingginya minat pemuda untuk menempuh pendidikan di berbagai strata.

Ketiga : dilihat dari segi regenerasi, maka pembinaan dan pengembangan pemuda dan mahasiswa menjadi lebih penting lagi sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa.

Pemuda memegang posisi strategis dalam perkembangan suatu bangsa, karena dilihat dari potensi kualitatif yang dimilikinya. Potensi ini sering dikaitkan dengan idealisme pemuda tentang kebenaran dan komitmennya terhadap masa depan bangsa yang secara alamiah akan memegang kendali kepemimpinan bangsa dimasa depan.

Oleh karena itu, para peserta bagian dari para pemuda perlu memahami keberadaan sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi elit strategis. Pemuda harus memahami permasalahan dan tantangan pembangunan nasional di masa mendatang yang memerlukan antisipasi dan peran serta para elit strategis yang berkualitas sehingga mampu mengembangkan masyarakat di ling- kungannya.

Sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa, pemuda mempunyai tanggung jawab untuk mewarisi, mengemban dan melestarikan nilai-nilai dan cita-cita perjuangan yang telah dirintis oleh generasi pendahulu. Pemuda sebagai bagian generasi penerus bangsa, merupakan kader pembangunan dan kader pemimpin bangsa dalam melanjutkan perjuangan pembangunan nasional harus menyadari bahwa tantangan yang akan diha-dapi bangsanya akan lebih berat dan kompleks.

Oleh karena itu, pemuda perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya untuk melanjutkan pem-bangunan. Kita memerlukan tokoh-tokoh yang handal dalam berbagai bidang profesi, sehingga kita dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa di forum Internasional.

Keberhasilan pembangunan nasional memerlu-kan dukungan dari lingkungan masyarakat yang mengejar prestasi, karena setiap langkah pem-bangunan haruslah merupakan suatu langkah kemajuan, sedangkan sasaran dari kemajuan tidak lain adalah prestasi dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam lintasan sejarah, pemuda Indonesia telah tampil dalam berbagai panggung politik. Sejarah telah mencatat pula apa nilai dan kontribusi positif gerakan-gerakan tersebut dalam kehidupan nasional.

Para peserta yang saya cintai dan saya banggakan ;

Peran generasi muda yang diharapkan dalam kegiatan bela negara adalah sebagai berikut :

Pertama, memiliki sikap pantang menyerah.

Sikap pantang menyerah telah dibuktikan oleh para pendahulu kita dalam merebut dan memper-tahankan kemerdekaan. Dalam era pembangunan dewasa ini sikap pantang menyerah tersebut sangat relevan untuk diaktualisasikan dalam upaya bangsa Indonesia untuk mengisi kemerdekaan guna mengejar cita-cita dan tujuan nasional, yang penuh dengan kendala yang acapkali mempengaruhi ketegaran.

Kedua, Mengemban sikap rela berkorban.

Sikap rela berkorban diartikan sebagai sikap yang mendahulukan kepentingan masyarakat banyak, bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Sebagai generasi penerus bangsa hendaknya sikap rela berkorban ini akan tetap tumbuh dan mengalir di dalam relung kehidupan pemuda bangsa Indonesia. Tanpa kerelaan berkorban, cita-cita luhur bangsa mustahil dapat dicapai.

Ketiga, Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah bangsa.

Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda hendaknya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan berpikir dan bertindak. Implementasinya dapat diwujudkan dalam pola pikir dan pola tindak sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Keempat : Menumbuhkan sikap dan rasa tanggung jawab.

Pemuda sebagai pewaris dan penerus cita- cita perjuangan bangsa, diarahkan untuk dapat menumbuhkan dan mempertebal rasa tanggung jawab atas hasil-hasil perjuangan bangsa yang telah dilakukan oleh para pendahulu.

Hendaknya rasa tanggung jawab tersebut disertai rasa memiliki sehingga hasil yang telah dipersembahkan oleh para pendahulu terus dapat dipelihara, dipertahankan, dikembangkan serta dilestarikan, bahkan dilanjutkan secara berkesinam-bungan. Saya berharap agar nilai-nilai kejuangan yang telah diwariskan oleh pendahulu bangsa ini dapat kita aktualisasikan secara baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Para peserta latihan Dasar Bela Negara yang saya banggakan ;

Demikianlah pokok-pokok pandangan yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita di dalam melaksanakan tugas mengabdi kepada bangsa dan negara.

Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Waba-rakatuh.

No comments:

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages